Senin, 19 Januari 2009

Kelahiran Pramuka

msrifah
Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Kelahiran Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu 1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
· Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
· Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
Gerakan Pramuka Diperkenalkan
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.
Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.
Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang
penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan
Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka
Diperoleh: “http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Gerakan_Pramuka_Indonesia”

msrifah
19-20 Januari 2009, raker di sdit al-hikmah dilaksanakan di lingkungan sdit al-hikmah, rencana keluar untuk raker ditempat lain belum jadi dilaksanakan. Evaluasi dilaksanakan sebelum pembahasan tentang program kesiswaan kedepan.

Sabtu, 17 Januari 2009

Libur tlah tiba

msrifah
Semester satu tahun ajaran 2008/2009 telah usai, kini libur tlah tiba bagi siswa-siswi di wilayah jawa timur khususnya, tuk di LPIT AL-Hikmah bence sampai tgl 26 Januari 2009. Baru masuk pada tanggal 27 Januari 2009 "Selamat Berlibur" Ingat tetap belajar ya OK.
msrifah

Selasa, 13 Januari 2009

Instrospeksi di tahun baru yuuk

msrifah

SAATNYA INTROSPEKSI DIRI

Fajar 1430 H. dan 2009 M. tak lama lagi akan menyingsing. Tahun 1429 H. dan 2008 M.segera berlalu. Satu tahun lagi usia kita bertambah, satu tahun juga jatah hidup kita berkurang.

Bagi seorang muslim, berlalunya waktu hendaknya tak lewat begitu saja. Ia harus menjadi momen untuk mengoreksi diri “Hisablah dirimu sebelum dihisab pada hari kiamat” pesan Umar bin Khatab suatu ketika.

Muhasabah atau introspeksi diri perlu dilakukan bukan semata untuk mengingat dosa-dosa yang sudah dilakukan. Tapi juga untuk merancang masa depan agar menjadi lebih baik dan bermakna. Inilah yang Allah maksudkan dalam firmannya “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah , sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan’ (QS, al-Hasyr 18)

Ayat tersebut merupakan peringatan sekaligus bimbingan Allah SWT agar kita melakukan muhasabah atau instrospeksi diri. Kita diminta untuk merenungi apa yang telah kita perbuat dan menilai sejauh mana amal yang telah kita kerjakan untupersiapan sebagai bekal di akhirat.

Setiap Muslim seharusnya selalu mengingat ayat tersebut dan merenungi dengan sepenuh hati agar dapat memahami realitas diri. Bagaimanapun kehidupan akhirat bagi sesorang Muslim lebih penting ketimbang kehidupan dunia. Dunia ini bersifat fana, kehidupan akhiratlah yang abadi. Allah SWT mengingatkan “Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (QS, al-A’la 17)

Kita harus senentiasa mawas dan menjaga diri. Mungkin selama ini kita sering terbuai dengan kehidupan dunia. Waktu kita habiskan untuk memikirkan dan mengejar kesenangan dunia sehingga sehingga mengabaikan persiapan dan bekal kehidupan akhirat.

Surah al-Hasyr 18 berisi perintah agar kita senentiasa mengevaluasi amal kita sejauh mana kemusliman telah ditunjukkan, sejauh mana keimanan telah dibuktikan di hadapan Allah SWT, dan sejauh mana bekal berupa amal shalih telah kita kumpulkan untuk di akhirat kelak.

Senantiasa muhasabah tak dilakukan di akhir tahun saja. Ia harus menjadi agenda rutin yang terus dilakukan. Muhasabah perlu dilakukan untuk menyentil kesadaran bahwa kita selalu diawasi dan menyadarkan segala sesuatu yang telah kita kerjakan akan dihisab.

Kita lemah, gampang tergoda. Mungkin kita bisa menghindari dosa-dosa besar. Tapi tak mungkin kita sanggup berkelit dari dosa-dosa kecil. Semoga kesadaran akan rentannya kita dari godaan setan, mendorong kita memuhasabah diri. Tak lupa memandang ke depan dengan penuh semangat untuk merangkai amal ibadah yang lebih baik.

Akhir Semester 1 2008/2009

msrifah
Nach, inilah event setiap akhir semester. UAS sudah selesai kini rapotan yang sedang dikerjakan untuk nantinya dijadikan laporan kepada wali murid pada tanggal 17 januari 2009. Siswa-siswi ada event AL-HIKMAH Cup yang diadakan segugus untuk menjalin persahabatan dengan sekolah segugus III di Garum. Event AL-HIKMAH Cup segugus ini diadakan pada 12 dan 13 januari 2009 dengan perlombaan yang meliputi Futsal, Volly putra dan Volly Putri. Begitu meriah kegiatan yang dilaksanakan, Setelah Al-Hikmah Cup selesai akan disambung dengan Classmeeting yang diadakan pada 14 dan 15 Januari 2009 dengan perlombaan yang terdiri dari Futsal, Volly, Balap Karung, Lari estafet putra dan Lari estafet putri. Sportifitas dalam olahraga tetap yang utama, kejujuran itu pastinya. Refreshing dengan AL-Hikmah Cup setelah UAS dilaksanakan di Semester 1 2008/2009.

NYC di Maliran SDIT & SMPIT Al-HIkmah


msrifah
Kegiatan NYC dilaksanakan di Maliran Blitar diikuti oleh siswa-siswi kelas 6 SDIT dan SMPIT Al-Hikmah kelas 7 dan kelas 8, Kegiatan tersebut dilaksanakan pada akhir tahun 2008 dan diakhiri pada awal tahun baru 2009. NYC merupakan kegiatan menjalin keakraban antara kelas 6, 7, dan 8 serta untuk mengisi tahun beru dengan kegiatan yang positif, menjelajah alas jati di Maliran Blitar ketika dini hari.